Di suatu pagi yang cerah, matahari mulai menampakan sinarnya. Seperti biasa masyarakat di desa mulai melakukan aktivitasnya. Desa itu bernama Karangreja terletak di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, berada ditengah-tengah pegunungan yang menjulang, dan medan yang dilalui intuk sampai tidaklah mudah karena jalanannya menanjak dan berbatu.

Saat pagi hari, susana di desa sangat sejuk dan asri. Bisanya masih banyak burung-burung yang berterbangan saat matahari baru menampakkan diri. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh harian lepas ataupun sebagai petani. Gotong royong pun masih menjadi tradisi yang sangat melekat.

Di balik kerukunan dan kemasyuran desa tersebut menyimpan misteri dan mitos di kalangan masyarakat sekitar. Misteri Gunung Ayu merupakan salah satu di antara banyaknya misteri dan mitos yang tersebar.

Gunung Ayu sendiri merupakan suatu perkebunan karet yang berupa gundukan tanah yang tinggi dan barupa perbukitan. Jika dilihat-lihat Gunung Ayu memiliki keindahan tersendiri. Dan jika dilihat dari jarak jauh, Gunung Ayu terlihat seperti lukisan. Tapi di balik keindahan semua itu Gunung Ayu memiliki misteri angker.

Pernah suatu hari, ada seorang kakek yang akan berkunjung ke rumah anaknya yang berada di Desa Segaralangu. Desa Segaralangu sendiri bertempat di balik Gunung Ayu. Kakek itu berangkat sendiri dengan berjalan kaki melewati jalan pintas, yaitu menyeberangi Gunung Ayu. Ia berangkat pada pagi hari. Jika diperhitungkan seharusnya kakek itu akan sampai sekitar waktu dzuhur.

Namun, di tengah perjalanan sang kakek melihat anaknya lewat di depannya menggunakan sepeda motor. Ia pun memanggil anaknya itu, tetapinya sang anak tidak mendengarnya dan berlalu begitu saja.

Tibalah waktu sore, anaknya yang mendapat kabar bahwa ayahnya akan datang pun mulai khawatir karena sang ayah tak kunjung sampai. Hingga menjelang maghrib masih taka ada tanda-tanda kedatangannya. Akhirnya anaknya pun berniat untuk menjemput.

Para petani di Desa Karangreja, Cipari, Cilacap (Lira Media)

Sesampainya di rumah ayahnya. Ia tidak melihat ada kehidupan di rumah itu. Rumah ayahnya terlihat gelap. Ia pun memutuskan untuk bertanya kepada tetangga sekitar. Menurut warga yang ia tanyai,ayahnya pergi sejak pagi dan belum kembali. Ia pun sangat gusarkarena mengetahui bahwa ayahnya melewati Gunung Ayu. Ia pun memutuskan umtuk pulang.

Sudah dua hari sejak kakek itu mengghilang. Anaknya tidak henti-hentinya mencari. Menurut para sesepuh di desa, kakek itu keselong atau diganggu oleh makhluk halus yang ada di Gunuung Ayu.

Akhirnya para warga berangkat ke Gunung Ayu dengan membawa obor dan beberapa kentongan. Mereka semua memanggil-manggil nama kakek itu sambil terus memukulii kentongan. Para warga pun akhirnya pulang tanpa membawa kakek itu karena waktu sudah menunjukan dini hari.

Ke esokan harinya warga dibuat kaget karena kakek itu sudah di rumahnya. Kakek itu kondisinya masih samma seperti saat berangkat. Saat ditanya bagaimana kakek bisa pulang, sang kakek menjawab bahwa ia tadi agi ikut bersama rombongan warga yang mencarinya. Menurutnya, saat para warga memanggil-manggil namanyna, kakek itu berada di antara mereka. Tetapi saat kakek itu balik memanggil, mereka semua seolah tidak mendengarnya. Kakek itu juga bercerita bahwa ia melihat anaknya dan saat kakek itu memanggil anaknya pun sama, seolah-olah tidak melihat.

Sejak kejadian itu warga sekitar pun mempercayai bahwa Gunug Ayu memiliki keangkeran. Dan sejak itu pula mulai muncul kejadian demi kejadia ganjil lainnya. Rumor-rumor tentang anggapan bahwa Gunung Ayu merupakan kerajaan jin pun mulai menambah mitos yang ada.